Ibu izinkan aku mengenangmu, sejak kecil engkau tahu tungkai kakiku lemah, namun dengan kasih sayangmy kau antarkan diriku ke gerbang dunia yang luas, kini aku merasakan sakit pada kaki. Yang tidak seberapa dibanding puluhan tahun engkau mengurusku..Ibu, aku rindu pelukanmu. aku rindu melihat senyummu, aku yakin engkau bahagia dialam sana.
Bapakku, izinkan aku mengenangmu, kau yang pontang panting menghidupi kami sampai menukarkan ikan hasil tangkapan dengan ubi, engkau tidak pernah lelah berjuang untuk kami walaupun beban enam anak sangat berat, kini aku hanya bisa berdo'a dan selalu ingin menjalankan wasiatmu, jaga saudaramu, jangan bertengkar dan harus saling menolong.
engkau yang berasal dari desa pesisir telah mengantarkan aku menikmati pendidikan tinggi, jauh lebih tinggi dari saudaramu, semoga allah memberikan ampunan dan kelapangan di alam barzahmu.
orang mengatakan sifat saya mirip ibu, banyak yang menafsirkan negatif, tetapi saya yakin 1000 persen ibu adalah orang yang konsisten dalam memajukan anaknya walau ia tidak sempat punya apa-apa sebagaimana layaknya guru pada waktu itu, namun pancaran kebahagiaannya masih meresap hingga sekarang, pribadi yang apa adanya, tidak pernah memaksakan kehendak, tidak gengsian dan teguh pendirian dan itulah yang dominan mengisi gaya manajerial kepemimpinanku. beliau sering bercerita dipercaya membereskan sekolah yang amburadul, itulah yang kini ku alami.
Terima kasih ibu, engkau memberi contoh tanpa banyak biacara, maafkan anakmu yang tidak mampu membahagiakanmu.
masa kecil adalah masa yang paling membahagiakan dikeluarga kami, sering kami saling ledek kecuali sama ceuceu tidak pernah. A Yanto dibilang "pitet", A Enton dibilang "beton", saya dibilang "delu".
Setiap bapak gajian ibu membeli sate 10 tusuk dari mang pidin, masing-masing hanya mendapat jatah satu dengan kecap yang banyak, itulah makanan yang pualing lezat bagi kami. kalau belajar pake lampu tempel dan petromaks, saya yang bertugas menyalakannya. Kalau mandi harus nimba dulu, wa enton yang paling rajin nimba, tidur dimana saja sesuka hati, tidak ada kamar khusus, kecuali wa Guru.
Ibu merasa tidak akan mampu menyekolahkan anaknya tinggi, sehingga sampai dengan Wa enton cukup sampai SPG dan STM, Wa Yanto dan wa Guru tinggal di majalengka, jadilah kami berpisah sejak keluar SMP, sedangkan saya hingga Mang Enceng ibu merasa harus menyekolahkan jadi sarjana, jadilah beliau pontang panting membiayai kami.
alhamdulillah keinginan beliau dikabulkan ALLAH SWT.
Untuk selanjutnya kalian generasi ke tiga kuatkan tekad merai cita-cita, jangan terjebak gaya hidup yang instan, santai dan bagaaimana nanti. Insyaallah kalian bisa ; Ira, Ari, Lia, Dll
Tulisan ini sengaja dibuat agar kalian tahu bagaimana perjuangan generasi sebelum kalian meningkatkan kualitas keluarga hingga pengorbanan nyawa. Insyaallah mereka ridho dan ikhlas.
----------------------------------------------------------------------------------------------
Cerita diatas dibuat dua hari sebelum beliau wafat, beliau mengirimkan pesan cerita ini melalui blackberry messenger kepada seluruh keluarga ketika beliau terbaring di rumah sakit.
kisah ini seakan menjadi sebuah firasat sebelum beliau pergi, tapi semuanya sadar jika ini merupakan firasat ketika beliau sudah tak lagi ada.
kami keluarga sangat amat menyayangi beliau khususnya aku yang sangat amat menyayanginya, beliau adalah pamanku, sekaligus pengganti Alm papahku. mengapa aku berkata seperti itu, karena aku merasa sangat dekat dengan beliau. kasih sayanagnya sama seperti papahku. tak hanya kasih sayang yang sama tetapi wajahnyapun sama dengan papah hal itu yang membuat aku merasa nyaman,
ketika melihat beliau berjuang untuk mempertahankan hidup dan melawan rasa sakit, sungguh hati ini begitu tersayat. seakan aku ingin menukarkan raga ini agar aku saja yang merasakan kesakitan itu.
cerita-cerita bersama beliau dan keluarga selalu ada dalam memory ingatan indahku.
semuanya indah dengan penuh rasa syukur.
aku hanya bisa mendoakan tanpa bisa membalas budi. sungguh, rasanya seperti kehilangan papah untuk yang ke dua kalinya.
tak pernah letih diriku untuk selalu berdoa, agar paman dan papah bisa tersenyum di surga Allah yang indah...
kami sangat amat mencintaimu...
:*
Selasa, 22 Oktober 2013
Jumat, 11 Oktober 2013
UNTUK YANG BERADA DI SURGA
Asslamuallaikum papah tersayang...
apa kabar papah di surga??? baik-baik kah???
pasti papa sangat bahagia disana...
hmmm.,, bisakah papah lihat si "ndut" ini dari surga sana?
bisakah kita berbincang-bincang melepaskan kerinduan yang memang sudah terkumpul begitu banya?..
5 meniiiiitttt saja aku ingin berbincang bincang...
papah... aku menulis catatan ini bukan berarti aku ini cengeng..
tapi aku rindu papah... rinduuuuuuu sekali...
mungkin orang lain menganggap bahwa aku ini "lebay"..
tapi aku tak perduli..
mungkin mereka tak pernah merasakan betapa rindunya hati ini kepada papah yang sudah lebih dulu menunggu di surga,..
sudah lama ya... tidak merasakan pelukan papah.. ciuman papah.. belaian lembut dari papah..
hehehe... rasanya malam ini ingin sekali memelukmu...
aku ingin mencium aroma tubuhmu..
berbisik manja penuh dengan canda tawa..
papah... coba lihat..
si "ndut" ini sudah beranjak dewasa...
aku kini bisa belajar arti sebuah kesabaran,,
aku berusaha untuk selalu menguatkan hatiku untuk tetap tegar,,,
menegakkan tubuhku untuk tetap tegap berdiri..
kehidupan memang tak selalu di atas.. adakalanya berapa di titik paling bawah..
tapi aku kini bangkit.. bangkit untuk menatap masa depanku..
masa depan yang bahagia dunia akhirat..
terkadang rasanya ingin menyusul papah disana..
tapi ini belum waktunya..
papah, tunggu aku disana...
kita lepaskan kerinduan yang ada..
tak mampu ku tahan air mata ini.. menulis isi hatiku pada catatan ini..
tenang papah... aku disini selalu berdoa untuk papah..
setiap selesai shalat tak pernah terlewatkan mendoakan papah..
aku ingin kita semua bisa bersatu di surga nanti..
yang tenang yaa disana..
disini aku berusaha untuk jadi anak solehah..
menuruti semua yang ppah mau..
i love you... ;*
08 juli 2011
apa kabar papah di surga??? baik-baik kah???
pasti papa sangat bahagia disana...
hmmm.,, bisakah papah lihat si "ndut" ini dari surga sana?
bisakah kita berbincang-bincang melepaskan kerinduan yang memang sudah terkumpul begitu banya?..
5 meniiiiitttt saja aku ingin berbincang bincang...
papah... aku menulis catatan ini bukan berarti aku ini cengeng..
tapi aku rindu papah... rinduuuuuuu sekali...
mungkin orang lain menganggap bahwa aku ini "lebay"..
tapi aku tak perduli..
mungkin mereka tak pernah merasakan betapa rindunya hati ini kepada papah yang sudah lebih dulu menunggu di surga,..
sudah lama ya... tidak merasakan pelukan papah.. ciuman papah.. belaian lembut dari papah..
hehehe... rasanya malam ini ingin sekali memelukmu...
aku ingin mencium aroma tubuhmu..
berbisik manja penuh dengan canda tawa..
papah... coba lihat..
si "ndut" ini sudah beranjak dewasa...
aku kini bisa belajar arti sebuah kesabaran,,
aku berusaha untuk selalu menguatkan hatiku untuk tetap tegar,,,
menegakkan tubuhku untuk tetap tegap berdiri..
kehidupan memang tak selalu di atas.. adakalanya berapa di titik paling bawah..
tapi aku kini bangkit.. bangkit untuk menatap masa depanku..
masa depan yang bahagia dunia akhirat..
terkadang rasanya ingin menyusul papah disana..
tapi ini belum waktunya..
papah, tunggu aku disana...
kita lepaskan kerinduan yang ada..
tak mampu ku tahan air mata ini.. menulis isi hatiku pada catatan ini..
tenang papah... aku disini selalu berdoa untuk papah..
setiap selesai shalat tak pernah terlewatkan mendoakan papah..
aku ingin kita semua bisa bersatu di surga nanti..
yang tenang yaa disana..
disini aku berusaha untuk jadi anak solehah..
menuruti semua yang ppah mau..
i love you... ;*
08 juli 2011
bobonya senyumm.. :D
Rabu, 02 Oktober 2013
WE ARE FRIEND, WE ARE FAMILY
Awal pertemuan kami semua tidak saling kenal.
Acuh tak acuh itu hal wajar disaat awal-awal perkenalan.
Jutek, ramah, pendiam, heboh, and etc itu semua ada pada kami di awal-awal perkenalan pembagian kelompok KKN TEMATIK UNINUS 2013.
seiring berjalaannya waktu hal-hal yang membuat kami merasa tidak nyaman seakan sirna.
Satu bulan berada dalam satu rumah, satu atap, satu tujuan, dan satu keinginan,
membuat kami semua memiliki keterikatan sebagai keluarga baru yang terbentuk dalam kegiatan KKN TEMATIK UNINUS 2013.
disinilah saya pribadi bisa menemukan pengalaman baru, ilmu baru, teman baru, saudara baru, dan keluarga baru.
Setiap hari di POSKO selalu diisi dengan berbagai hal yang menurutku itu UNIK.
Panas, capek, sibuk, otak panas, badan sakit, buru-buru, and blablabla.. itu dirasakan bersama.
Memang tak mudah menyatukan begitu banyak kepala dalam satu tujuan, satu rumah, satu pikiran..
Semuanya berbeda-beda,,,
konflik merupakan salah satu hiasan yang menjadi hal wajar dalam sebuah TEAM. percikan-percikan konflik menjadi suatu penghangat untuk kita semua dalam menjalankan kegiatan sehari-hari.
dituntut untuk bersikap dewasa itu HARUS....
Yang paling saya rindukan adalah disaat susah tapi tetap terselip canda tawa yang membuat hati saya merasa lepas... lepas bagaikan tak ada beban, dan itulah yang membuat merasa nyaman..
dan saya beruntung bisa menyatu dalam satu kelompok dengan mereka para PUCUKERS!!! :D
mereka adalah.....:
1. Bayu Hidayat (kordes bermata tajam yang kabur ke BALI)
2. Andika Lingga Firdaus (teu gableg ka era)
3. Topan Mars Arifin (lelaki takut istri)
4. Atang Karpian Sanjaya (Ketua genk PUCUK, kordes cadangan DILEMATIS)
5. Mira Marnawati (bibir OMAS mirip ma cacih)
6. Redo Yudha Permana (si CANTIK bau rendang)
7. Devi Nur Pratama Desi (si Galau patah hati)
8. Rani Lala (Miss ringring ALAY)
9. Lanudin (Shoun the sheep)
10. Andini Rizki Rilani (Toa)
11. Nazmuj Zaman (Ustadz pejuang cinta)
12. Muhmad Dzikri (si Galau setan ATAP)
13. Sekar Jingga Laras (BOCAH riweuuh)
14. Maya Ratnasari (MANJA)
15. Didah Syahidah (Ustadzah penolak cinta)
16. Heni chandra (cengeng ambekan)
17. Iis Santi (diam2 berbahaya)
18. Filia Nur Ramadhani (Ratu Kentut "katanya") hehehe
Itulah para Anggota dari Genk PUCUKERS yang semuanya miring-miring..... :D
Acuh tak acuh itu hal wajar disaat awal-awal perkenalan.
Jutek, ramah, pendiam, heboh, and etc itu semua ada pada kami di awal-awal perkenalan pembagian kelompok KKN TEMATIK UNINUS 2013.
seiring berjalaannya waktu hal-hal yang membuat kami merasa tidak nyaman seakan sirna.
Satu bulan berada dalam satu rumah, satu atap, satu tujuan, dan satu keinginan,
membuat kami semua memiliki keterikatan sebagai keluarga baru yang terbentuk dalam kegiatan KKN TEMATIK UNINUS 2013.
disinilah saya pribadi bisa menemukan pengalaman baru, ilmu baru, teman baru, saudara baru, dan keluarga baru.
Setiap hari di POSKO selalu diisi dengan berbagai hal yang menurutku itu UNIK.
Panas, capek, sibuk, otak panas, badan sakit, buru-buru, and blablabla.. itu dirasakan bersama.
Memang tak mudah menyatukan begitu banyak kepala dalam satu tujuan, satu rumah, satu pikiran..
Semuanya berbeda-beda,,,
konflik merupakan salah satu hiasan yang menjadi hal wajar dalam sebuah TEAM. percikan-percikan konflik menjadi suatu penghangat untuk kita semua dalam menjalankan kegiatan sehari-hari.
dituntut untuk bersikap dewasa itu HARUS....
Yang paling saya rindukan adalah disaat susah tapi tetap terselip canda tawa yang membuat hati saya merasa lepas... lepas bagaikan tak ada beban, dan itulah yang membuat merasa nyaman..
dan saya beruntung bisa menyatu dalam satu kelompok dengan mereka para PUCUKERS!!! :D
mereka adalah.....:
1. Bayu Hidayat (kordes bermata tajam yang kabur ke BALI)
2. Andika Lingga Firdaus (teu gableg ka era)
3. Topan Mars Arifin (lelaki takut istri)
4. Atang Karpian Sanjaya (Ketua genk PUCUK, kordes cadangan DILEMATIS)
5. Mira Marnawati (bibir OMAS mirip ma cacih)
6. Redo Yudha Permana (si CANTIK bau rendang)
7. Devi Nur Pratama Desi (si Galau patah hati)
8. Rani Lala (Miss ringring ALAY)
9. Lanudin (Shoun the sheep)
10. Andini Rizki Rilani (Toa)
11. Nazmuj Zaman (Ustadz pejuang cinta)
12. Muhmad Dzikri (si Galau setan ATAP)
13. Sekar Jingga Laras (BOCAH riweuuh)
14. Maya Ratnasari (MANJA)
15. Didah Syahidah (Ustadzah penolak cinta)
16. Heni chandra (cengeng ambekan)
17. Iis Santi (diam2 berbahaya)
18. Filia Nur Ramadhani (Ratu Kentut "katanya") hehehe
Itulah para Anggota dari Genk PUCUKERS yang semuanya miring-miring..... :D
Kamis, 25 Juli 2013
Tahapan Komunikasi Anak Autis
Walaupun anak autis mengalami gangguan dalam berkomunikasi, bukan
berarti anak autis tidak bisa berkomunikasi. Anak autis tetap melakukan
komunikasi tetapi dengan gaya komunikasi yang berbeda.
Ada empat tingkatan komunikasi pada anak autis, yang tergantung dari kemampuan berinteraksi, cara berkomunikasi, dan pengertian anak itu sendiri. Keempat tahap tersebut adalah “The Own Agenda Stage”, “The Requester Stage”, “The Early Communicator Stage” dan “The Partner Stage”.
Pada tahap pertama (The Own Agenda Stage) anak biasanya merasa tidak bergantung pada orang lain, ingin melakukan sesuatu sendiri. Anak kurang berinteraksi dengan orang tua dan hampir tidak pernah berinteraksi dengan anak lain. Anak juga melihat atau meraih benda yang dia mau. Anak tidak berkomunikasi dengan orang lain dan bermain dengan cara yang tidak lazim. Anak juga membuat suara untuk menenangkan diri, menangis atau menjerit untuk menyatakan protes. Anak suka tersenyum dan tertawa sendiri. Anak pada tahap ini hampir tidak mengerti kata-kata yang kita ucapkan.
Pada tahap kedua (The Requester Stage), anak mulai dapat berinteraksi walaupun dengan singkat. Anak menggunakan suara atau mengulang bebeapa kata untuk menenangkan diri atau memfokuskan diri. Anak meraih yang dia mau atau menarik tangan orang lain bila menginginkan sesuatu. Anak meraih yang dia mau atau menarik tangan orang lain bila menginginkan sesuatu. Apabila anak diajak bermain yang melibatkan kontak fisik, anak bisa meminta anda untuk meneruskan permainan fisik dengan melakukan kontak mata, senyum, gerak tubuh atau suara.Anak kadang-kadang mengerti perintah keluarga dan tahap-tahap kegiatan rutin di keluarga.
Pada tahap ketiga (The Early Communicator Stage) anak dapat berinteraksi dengan orang tua dan orang yang dikenal. Anak ingin mengulang permainan dan bisa bermain dalam jangka waktu lama. Anak meminta anda meneruskan permainan fisik yang disukai dengan menggunakan gerakan yang sama, suara, dan kata setiap anda main. Kadang-kadang anak meminta atau merespon dengan mengulang apa yang anda katakan (echolali).
Anak juga dapat meminta sesuatu dengan menggunakan gambar, gerak tubuh, atau kata. Anak mulai dapat memprotes atau menolak sesuatu dengan menggunakan gerak, suara, kata yang sama. Anak pada tahap ini dapat mengerti kalimat sederhana atau kalimat yang sering digunakan, mengerti nama benda atau nama orang yang sehari-hari ditemui, dapat mengatakan “hai” dan “dadah”, dapat menjawab pertanyaan dengan mengatakan ya/tidak, dan dapat menjawab pertanyaan ‘apa itu?”
Pada tahap yang paling tinggi yaitu “The Partner Stage”, anak dapat berinteraksi lebih lama dengan orang lain dan dapat bermain dengan anak lain. Anak juga sudah dapat menggunakan kata-kata atau metode lain dalam berkomunikasi untuk meminta protes, setuju, menarik perhatian sesuatu, bertanya dan menjawab sesuatu. Anak juga dapat mulai menggunakan kata-kata atau metode lain untuk berbicara mengenai waktu lampau dan yang akan datang, menyatakan keinginannya dan meminta sesuatu.
Anak pada tahap ini sudah dapat membuat kalimat sendiri dan melakukan percakapan pendek. Kadang-kadang anak mengulanginya membetulkan apa yang dikatakannya ketika orang lain tidak mengerti. Anak pada tahap ini sudah lebih banyak mengerti perbendaharaan kata-kata.
Tetapi pada tahap Partner Stage ini, anak masih punya kesulitan dalam berkomunikasi. Umpamanya anak berhenti bermain dengan anak lain bila tidak mengetahui apa yang harus dilakukan, seperti dalam pemainan imajiner yang mengandung banyak pembicaraan atau bermain pura-pura. Anak juga akan menggunakan echolali (menirukan perkataan orang lain) bila dia tidak mengerti perkataan orang lain atau bila dia tidak dapat membuat kalimat.
Anak pada tahap akhir ini masih mengalami kesulitan dalam mengikuti percakapan. Cara mengatasi kesulitan ini adalah dengan merespon orang dengan berinisiatif bercakap-cakap sendiri, berusaha bercakap-cakap dengan topik yang disukai. Anak mungkin melakukan kesalahan tata bahasa terutama kata ganti, sepeti kamu, saya, dia. Anak akan bingung bila percakapan terlalu rumit atau orang tidak berkata langsung padanya.
Anak juga dapat mengalami kesulitan dengan aturan percakapan. Anak tidak tahu bagaimana memulai dan mengakhiri percakapan, tidak mendengar perkataan orang lain, tidak bisa fokus pada satu topik, tidak berusaha mengklarifikasi perkataan yang tidak dimengerti orang dan memberi terlalu sedikit detail atau terlalu banyak detail. Anak mungkin tidak paham isyarat sosial yang diberikan orang lain melalui ekspresi wajah atau bahasa tubuh dan tidak mengerti humor atau permainan kata-kata.
Ada empat tingkatan komunikasi pada anak autis, yang tergantung dari kemampuan berinteraksi, cara berkomunikasi, dan pengertian anak itu sendiri. Keempat tahap tersebut adalah “The Own Agenda Stage”, “The Requester Stage”, “The Early Communicator Stage” dan “The Partner Stage”.
Pada tahap pertama (The Own Agenda Stage) anak biasanya merasa tidak bergantung pada orang lain, ingin melakukan sesuatu sendiri. Anak kurang berinteraksi dengan orang tua dan hampir tidak pernah berinteraksi dengan anak lain. Anak juga melihat atau meraih benda yang dia mau. Anak tidak berkomunikasi dengan orang lain dan bermain dengan cara yang tidak lazim. Anak juga membuat suara untuk menenangkan diri, menangis atau menjerit untuk menyatakan protes. Anak suka tersenyum dan tertawa sendiri. Anak pada tahap ini hampir tidak mengerti kata-kata yang kita ucapkan.
Pada tahap kedua (The Requester Stage), anak mulai dapat berinteraksi walaupun dengan singkat. Anak menggunakan suara atau mengulang bebeapa kata untuk menenangkan diri atau memfokuskan diri. Anak meraih yang dia mau atau menarik tangan orang lain bila menginginkan sesuatu. Anak meraih yang dia mau atau menarik tangan orang lain bila menginginkan sesuatu. Apabila anak diajak bermain yang melibatkan kontak fisik, anak bisa meminta anda untuk meneruskan permainan fisik dengan melakukan kontak mata, senyum, gerak tubuh atau suara.Anak kadang-kadang mengerti perintah keluarga dan tahap-tahap kegiatan rutin di keluarga.
Pada tahap ketiga (The Early Communicator Stage) anak dapat berinteraksi dengan orang tua dan orang yang dikenal. Anak ingin mengulang permainan dan bisa bermain dalam jangka waktu lama. Anak meminta anda meneruskan permainan fisik yang disukai dengan menggunakan gerakan yang sama, suara, dan kata setiap anda main. Kadang-kadang anak meminta atau merespon dengan mengulang apa yang anda katakan (echolali).
Anak juga dapat meminta sesuatu dengan menggunakan gambar, gerak tubuh, atau kata. Anak mulai dapat memprotes atau menolak sesuatu dengan menggunakan gerak, suara, kata yang sama. Anak pada tahap ini dapat mengerti kalimat sederhana atau kalimat yang sering digunakan, mengerti nama benda atau nama orang yang sehari-hari ditemui, dapat mengatakan “hai” dan “dadah”, dapat menjawab pertanyaan dengan mengatakan ya/tidak, dan dapat menjawab pertanyaan ‘apa itu?”
Pada tahap yang paling tinggi yaitu “The Partner Stage”, anak dapat berinteraksi lebih lama dengan orang lain dan dapat bermain dengan anak lain. Anak juga sudah dapat menggunakan kata-kata atau metode lain dalam berkomunikasi untuk meminta protes, setuju, menarik perhatian sesuatu, bertanya dan menjawab sesuatu. Anak juga dapat mulai menggunakan kata-kata atau metode lain untuk berbicara mengenai waktu lampau dan yang akan datang, menyatakan keinginannya dan meminta sesuatu.
Anak pada tahap ini sudah dapat membuat kalimat sendiri dan melakukan percakapan pendek. Kadang-kadang anak mengulanginya membetulkan apa yang dikatakannya ketika orang lain tidak mengerti. Anak pada tahap ini sudah lebih banyak mengerti perbendaharaan kata-kata.
Tetapi pada tahap Partner Stage ini, anak masih punya kesulitan dalam berkomunikasi. Umpamanya anak berhenti bermain dengan anak lain bila tidak mengetahui apa yang harus dilakukan, seperti dalam pemainan imajiner yang mengandung banyak pembicaraan atau bermain pura-pura. Anak juga akan menggunakan echolali (menirukan perkataan orang lain) bila dia tidak mengerti perkataan orang lain atau bila dia tidak dapat membuat kalimat.
Anak pada tahap akhir ini masih mengalami kesulitan dalam mengikuti percakapan. Cara mengatasi kesulitan ini adalah dengan merespon orang dengan berinisiatif bercakap-cakap sendiri, berusaha bercakap-cakap dengan topik yang disukai. Anak mungkin melakukan kesalahan tata bahasa terutama kata ganti, sepeti kamu, saya, dia. Anak akan bingung bila percakapan terlalu rumit atau orang tidak berkata langsung padanya.
Anak juga dapat mengalami kesulitan dengan aturan percakapan. Anak tidak tahu bagaimana memulai dan mengakhiri percakapan, tidak mendengar perkataan orang lain, tidak bisa fokus pada satu topik, tidak berusaha mengklarifikasi perkataan yang tidak dimengerti orang dan memberi terlalu sedikit detail atau terlalu banyak detail. Anak mungkin tidak paham isyarat sosial yang diberikan orang lain melalui ekspresi wajah atau bahasa tubuh dan tidak mengerti humor atau permainan kata-kata.
4 Efek Positif Terapi Musik bagi Anak dengan Autisme
Beberapa jenis musik diyakini bermanfaat untuk mengatasi gangguan kesehatan, termasuk autisme . Salah satu kelebihan terapi musik adalah tidak dperlukannnya komunikasi verbal.Selain itu, terapi musik juga berfungsi sebagai penguat (reinforcer) alami. Berikut adalah cara kerja terapi musik dalam menolong penderita autis.
1. Belajar Mengekspresikan DiriAnak-anak yang menderita autis tidak tertarik terlibat dalam kegiatan sosial seperti pada orang normal. Oleh karena itu penggunaan musik sebagai terapi bisa bekerja dengan baik.
Saat anak-anak autis mengikuti sesi terapi dengan berbagai musik, mereka akan mendapatkan kesempatan belajar mengekspresikan diri.
Meskipun belum diketahui bagaimana cara kerjanya secara pasti, namun terapi musik cukup menjanjikan.
Sebagai contoh, musik bisa dikombinasikan dengan permainan lempar bola.
Saat melakukan permainan lempar bola, terapis meminta anak untuk menangkap atau melempar bola sebagai respon terhadap musik yang sedang diputar.
2. Mempertahankan dan Memfokuskan Perhatian
Tujuan lain dari terapi musik adalah membantu anak autis mempertahankan dan memfokuskan perhatian.
Terapis bisa memainkan akord antara nada, note, atau pitch musik tertentu dan melihat efeknya pada anak.
Salah satu contohnya adalah dengan memainkan instrumen dekat wajah anak.
Selain membantu meningkatkan rentang perhatian, musik juga bisa mendorong kontak mata dengan anak yang merupakan salah satu tujuan penting dari pengobatan.
Terapi musik merupakan kombinasi dari sensasi auditori, visual, dan sentuhan. Faktor-faktor inilah yang membantu merangsang organ sensorik anak autis.
3. Meningkatkan Kemampuan Bicara
Bahasa merupakan salah satu area penting yang bermasalah pada perkembangan anak yang menderita autis.
Terapi musik membantu anak meningkatkan kemampuan bicara terutama yang melibatkan konseptualisasi, simbolisasi, dan pemahaman.
Menurut para ahli, musik diproses di kedua belahan otak. Oleh karena itu, terapi musik bisa membantu anak autis meningkatkan fungsi kognitif dan keterampilan bahasa mereka.
Saat mengikuti kegiatan menyanyi atau menari, anak-anak autis diyakini akan mulai berkomunikasi meskipun hal tersebut dilakukan hanya melalui nyanyian.
Hal ini membuat terapis musik menyadari fakta bahwa anak autis lebih mudah dan lebih cepat menyambut suara musik daripada perintah verbal atau pendekatan fisik.
Dengan melakukan kegiatan musik vokal, terapis bisa meningkatkan kemampuan bicara anak autis.
Terapis bisa menulis lagu dengan kata-kata sederhana atau frase berulang untuk mempertajam kemampuan bahasa anak.
Bila pelajaran musik disajikan dengan isyarat visual dan taktil, hasilnya bisa lebih menjanjikan.
4. Membangun Hubungan Non-verbal yang Tidak Mengancam
Anak autis biasanya tidak responsif terhadap perasaan orang lain, menghindari kontak fisik seperti memeluk, dan mengabaikan pendekatan sosial.
Terapi musik memberi kesempatan pada anak untuk membangun hubungan non verbal yang tidak mengancam melalui instrumen musik.
Hal ini mungkin karena suara, tampilan, dan bentuk instrumen membantu anak melakukan kontak awal.
Dengan instrumen sebagai perantara, terapis secara bertahap dapat masuk ke “dunia” anak dengan autisme.
Setelah berhasil menjalin hubungan yang bisa dipercaya dengan anak, terapis bisa menerapkan berbagai teknik musik untuk menarik anak keluar dari dunianya yang mengabaikan kontak sosial.
Namun, para peneliti juga menyatakan ada kemungkinan terapi musik menyebabkan hasil yang tidak diinginkan.
Pada beberapa kasus, ditemukan bahwa musik memperburuk perilaku “menarik diri” dan “isolasi diri” pada anak dengan autisme.
Jika tidak dilakukan secara hati-hati, terkendali, dan terstruktur, terapi musik justru dapat mendorong anak autis masuk lebih dalam ke dunia mereka.
Para ahli setuju bahwa manfaat terapi musik untuk autisme melibatkan proses panjang dan sulit, sehingga baik orang tua maupun terapis terkadang merasa kehilangan harapan.
my student "ZAKI"
heiiii... lihat... cowo ganteng ini siapaaa???? ini adalah Zaki, salah satu muridku disekolah khusus autisma.
tahukah kalian difoto itu dia terlihat sedang apa?
pasti kalian berpikir dia sedang menelepon.. tapi tidak!!!
dia sedang mendengarkan musik dari salah seorang guru di sekolah.
dia sangat suka sekali dalam bernyanyi.
dia sangat menyukai lagu "Adera" dan dia hafal betul menyanyikan lagu itu.
hihihihihihi hebaaatttttt :)
tahukah kalian difoto itu dia terlihat sedang apa?
pasti kalian berpikir dia sedang menelepon.. tapi tidak!!!
dia sedang mendengarkan musik dari salah seorang guru di sekolah.
dia sangat suka sekali dalam bernyanyi.
dia sangat menyukai lagu "Adera" dan dia hafal betul menyanyikan lagu itu.
hihihihihihi hebaaatttttt :)
my student "UUl' :)
ini foto diambil ketika disekolah, aku dan teman-teman mengajar disekolah Khusus Autisma.
ini murid kami namanya adalah Sahrul tapi kami semua biasa memanggilnya dengan panggilan "UUL".
bisa dilihat di foto itu, kami sedang mengajak uul bermain sambil belajar.
belajar bagaimana dia menyusun bentuk-bentuk kayu sesuai pada bentuk dan tempatnya dan juga mengajarkannya bagaimana meronce kayu-kayu bulat.
dalam kegiatan ini juga, Uul diajarkan untuk mengenal warna-warna yang ada pada balok-balok kayu itu.
meski belum mencapai nilai yang memuaskan dalam menghapal warna, tapi dia sudah bisa memisahkan mana bulatan kayu yang kecil dan mana yang besar.
dalam kegiatan ini, bukan nilai angka yang kami terapkan tetapi menilai bagaimana anak bisa mengikuti dan menjalani kegiatan belajar dengan baik.
dengan cara berulang-ulang makan perlahan akan bisa mereka jalani.
ini murid kami namanya adalah Sahrul tapi kami semua biasa memanggilnya dengan panggilan "UUL".
bisa dilihat di foto itu, kami sedang mengajak uul bermain sambil belajar.
belajar bagaimana dia menyusun bentuk-bentuk kayu sesuai pada bentuk dan tempatnya dan juga mengajarkannya bagaimana meronce kayu-kayu bulat.
dalam kegiatan ini juga, Uul diajarkan untuk mengenal warna-warna yang ada pada balok-balok kayu itu.
meski belum mencapai nilai yang memuaskan dalam menghapal warna, tapi dia sudah bisa memisahkan mana bulatan kayu yang kecil dan mana yang besar.
dalam kegiatan ini, bukan nilai angka yang kami terapkan tetapi menilai bagaimana anak bisa mengikuti dan menjalani kegiatan belajar dengan baik.
dengan cara berulang-ulang makan perlahan akan bisa mereka jalani.
Langganan:
Postingan (Atom)


